Anakunhas

Kuliah, Berkarya, Mandiri, dan Sukses!

Overview sistem managemen K3L

Posted on | November 12, 2011 | No Comments

Manager Proyek K3L

dibawah pimpinan Manager Proyek, personil pada semua strata dalam organisasi proyek ini adalah bertanggung jawab untuk menerapkan  K3L.
Manager proyek termasuk tim managemen harus mempunyai kapasitas untuk melakukan hal berikut :

  • Identifikasi bahaya dan dampaknya merupakan titik kritis awal pada setiap aktivitas proyek.
  • Memastikan penerapan prosedur kerja/instruksi kerja untuk memastikan K3L diterapkan di tempat kerja.
  • Contoh personal terhadap prilaku positif K3L diluar kerja dan ditempat kerja, merupakan partisipasi yang signifikan bagi keberhasilan penerapan K3L

Pelaksana K3L

Pelaksana proyek mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam penerapan K3L sebagai berikut :

  • Membantu Manager Proyek dalam penerapan sistem managemen K3L
  • Pelaksana merupakan pimpinan tertinggi komisi keselamatan. Dia hendaknya menjadi ketua komisi keselamatan.
  • Pelaksana bertanggung jawab terhadap keselamtan kerja dari seluruh pekerja.
  • Pelaksana mempunyai otoritas untuk menghentikan setiap operasi atau aktifitas dimanadipandang membahayakan personil atau dapat menimbulkan kerusakan peralatan, fasilitas atau lingkungan.
  • Melakukan penyelidikan dan melaporkan setiap kecelakaan kerja kepada Manager Proyek dan Direksi
  • Mempunyai otoritas dalam mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk menerapkan sistem managemen K3L
  • Melakukan koordinasi kegiatan yang berkaitan dengan K3L
  • Menerapkan dan memonitor K3L
  • Menyiapkan dan melakukan instruksi kerja yang mendukung penerapan K3L

Auditor K3L

  • Menyiapkan dokumen risk assessment
  • meneliti keterkaitan prosedur kerja / Instruksi kerja dengan pekerjaan sebenarnya
  • melaporkan kondisi dan aktifitas yang dipandang tidak aman.
  • Melaporkan semua kejadian atau kecelakaan.
  • Memfasilitasi PPE (Personal Protection Equipment) bila diperlukan

Organisasi dan Personil Inti K3L

Organisasi K3L disusun untuk memudahkan jalur koordinasi dan tanggung jawab. Organisasi dibentuk berdasarkan keadaan biasa dan keadaan darurat.

Risk Assessment K3L

Risk assessment atau dikenal juga dengan Job Safety Analysis adalah suatu proses pengumpulan bahaya-bahaya yang mungkin terjadi selama pelaksanaan perkerjaan. Pemahaman terhadap risk assesment ini akan meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.

Risk assesment ini disusun untuk semua aktifitas. Auditor harus bertanggung jawab terhadap pembuatan risk assesment. Garis besar risk Assesment meliputi tahapan pekerjaan berikut :

  • Job Safety Analysis (JSA) Mobilisasi / Demobilisasi
  • Job Safety Analysis (JSA) Survai
  • Job Safety Analysis (JSA) Pengukuran
  • Job Safety Analysis (JSA) Pekerjaan Pier Head
  • Job Safety Analysis (JSA) Pekerjaan Rangka Baja / Pilon

Personal Protection Equipment

Personal Protection Equipment (PPE) yang diperlukan wajib dikenakan pada saat bekerja di lokasi kerja kecuali didalam kantor atau diluar lokasi kerja. PPE yang diperlukan meliputi

  • Helm Keselamatan, merujuk ke standar ANSI Z89.1 atau yang setara
  • Kacamata keselamatan, Merujuk ke standar ANSI Z87.1 atau yang setara
  • Sepatu keselamatan, merujuk standar ANSI Z41 atau setara.
  • Sarung Tangan (bahan kulit atau kevlar)
  • Pakaian kerja dengan Identitas personil

Emergency Response Plan (ERP)

Emergency Response Plan (ERP) dirancang agar memberikan kepastian sistem informsi yang memadai dan jalur tanggung jawab ketika terjadi keadan darurat .

Lingkup ERP
Emergency Response Plan (ERP) mencakup kemungkinan terjadi keadaan darurat sebagai berikut :

  • Kejadian Kebakaran
  • kejadian Medis Kritis
  • Kejadian Darurat Lainnya (Seperti Gempa bumi, kecelakaan lalulintas dll)

Metoda Komunikasi

Persyaratan umum kemunikasi berikut ini hendaknya diterapkan pada saat kejadian darurat yaitu :

  • Semua komunikasi dilakukan secara singat, jelas, tegas dan keras
  • Simpan catatan panggilan selama kondisi darurat.
  • Gunakan alat perekam bila memungkinkan untuk memfasilitasi / memudahkan pembuatan laporan
  • Gunakan foto atau sketsa untuk mengilustrasikan kejadian darurat

Kebakaran

Kebakaran dapat terjadi dikantor atau lapangan. Untuk mencegah terjadinya kebakaran maka perlu dilakukan tindakan antisipasi yaitu :

  • Bahan mudah terbakar disimpan dalam ruang tersendiri dan diberi label pada kemasan dan ruangan.
  • Dilarang keras merokok dan membuang puntung rokok ditempat mudah terbakar
  • disediakan area untuk tempat berkumpul bila terjadi kebakaran.
  • Kantor Direksi dan atau kantor Penyedia jasa Harus tersedia alat pemadam kebakaran sementara.
  • Minimal terapat satu orang menguasaai cara penggunaan alat pemadam kebakaran sementara.

Krisis Medis

krisis medis menyangkut masalah penyakit akut seperti serangan jantung, pendarahan hebat, stroke dan lain-lain yang dapat membahayakan jiwa pasien.

Gempa bumi

Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi kejadian gempa. namun hal tersebut bukan berarti resiko bahaya gempa tidak dapat di hindari. Dengan melihat resiko gempa maka kerugian jiwa dan materi dapat diminimalkan.

Untuk mengurangi bahaya terjadinya gempa bumi maka agar dibuat :

  • Tempat evakuasi yang aman
  • Dibuat pengumuman cara evakuasi yang aman saat terjadinya gempa

selanjutnya emergency response seperti terjadinya bencana kebakaran.

Kebijakan Kesehatan, Lingkungan dan Norma

kebijakan Kesehatan

General Superintenden harus mempunya informasi yang memadai mengenai kesehatan personil proyek. Penyakit bawaan dan pribadi harus sudah terindentifikasi pada saat pelaksanaan pekerjaa, termasuk obat darurat juga telah disediakan di proyek

Kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dengan obat-obatan standar harus tersedia di kantor dandipasang pada lokasi yang mudah terlihan dan mudah terjangkau.

Kebijakan Narkotika, Alkohol dan Obat Psikotropika

Obat psikotropika, narkotika, alkohol dan obat terlarang lainnya secara keras dilarang penggunaannya oleh personil proyek. Penggunaan atas obat obat tersebut hanya diperbolehkan atas rekomendasi dan kontrol dokter ahli. Pelanggaran atas hal ini, maka personil tersebut harus di tarik dari proyek. Merokok tidak diperbolehkan pada daerah dimana
terdapat larangan merokok.

Kebijakan barang berbahaya

Bahan bahan yang teridentifikasi berbahaya harus didukung oleh Material Safety Data Sheet (MSDS) yang dikirim oleh supplair, dan dikirm sebelum barang tersebut datang. MSDS harus dipasang di papan peringatan di gudang dan diketahui oleh divisi K3L.

Gudang untuk barang berbahaya harus jelas identitasnya dan terpisah, diberi label peringantan dan dilengkapi dengan alat pemadam yang sesuai untuk barang tersebut. Gudang untuk cat, Thinner harus dilengkapi dengan sistem ventilasi yang cukup.

Kebijakan Norma

Semua personil Direksi dan Proyek dan semua strata harus menjunjung tinggi norma susila, agama yang diyakini dan menghargai adat istiadat yang diyakini oleh masyarakat setempat. Pelanggaran atas norma susila. agama dan adat istiadatm maka hendaknya personil yang bersangkutan di tarik kembali dari proyek.

Kebijakan Lingkungan

kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan lingkungan. Kebijakan lingkungan pada umumnya di dasarka pada konsep ISO. Semua personil proyek diharapkan mendukung penuh kebijakan lingkungan ini. Semua sampah yagn dihasilkan hendaknya dipisah sesuai jenisnya. Pemisahan sampah dibagi dalam kategori berikut :

  • Bahan yang dapat terurai (bio-degredable) seperti sisa makanan dan lain-lain, Warna tempat sampah adalah hijau.
  • Bahan yang mudah terbakar seperti kertas, kayu, plastik dan lain-lain. Warna tempat sampah adalah kuning.
  • Bahan yang tidak terbakar kaca, besi dan lain-lain. Warna tempat sampah adalah biru.
  • Bahan berbahaya seperti baterai, tinta printer dan lain-lain. Warna tempat sampah adalah merah.

Kebijakan Keselamatan

Perencanaan Teknis

Semua perencanaan teknis harus mengacu kepada Standar Nasional Indonesia (SNI), atau standar dan peraturan lain yang berlaku di wilayah hukum Indonesia.

Kompetensi Kerja

Semua personil proyek bekerja berdasarkan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki. Persyaratan ini ditunjukkan oleh bukti sertifikat keterampilan atau keahlian yang masih berlaku dan dikeluarkan oleh lembaga yang berwewenang.

Pelatihan K3L

Agar kebijakan K3L ini berhasil, maka salah satu pendekatan adalah dilakukan pelatihan bagi personil proyek. Garis Besar kebutuhan pelatihan K3L seperti dibawah ini dan diuraikan pada sub bab berikut

  • Pengaturan dasar K3L
  • Pelatihan P3K
  • Pelatihan Dasar Pengendalian Kebakaran

Pengetahuan Dasar K3L

Semua personil proyek yang bekerja  dilokasi harus mendapatkan pengarahan K3L dan orientasi tempat kerja. Arahan K3L ini minimal meliputi hal berikut :

  • Emergency Response Plan, seperti kebakaran, medis dan lain lain.
  • Perencanaan K3L
  • Aturan umum di lapangan
  • Pelaporan kecelakaan kerja
  • Cara penggunaan PPE

Pelatihan P3K

Dilokasi proyek hendaknya memiliki cukup tenaga yang mendapatkan pelatihan cara Penanganan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dan Bantuan Pernafasan (Cardio Pulmonary Resuscitation – CPR) dari lembaga pelatihan.

Pelatihan Dasar Pengendalian Kebakaran

Tenaga pengamanan hendaknya mendapatkan Pelatihan Dasar pengendalian Kebakaran.

Inspeksi Lapangan dan Audit

Inspeksi lapangan dan audit hendaknya dilakukan secara
rutin yaitu setiap bulan, Inspeksi dan audit dilakukan secara bersama oleh Managemen Proyek, pelaksana dan Auditor. temuan selama inspeksi dicatan dan menjadi bahan untuk tindakan lebih lanjut.

Laporan kejadian dan Investigasi

Setiap kecelakaan kerja atau kejadian K3L maka hendaknya dilaporkan ke K3L Manager dalam waktu 24 jam. Jika kecelakaanfatal atau seritus harus dilaporkan sesegera mungkin. Jika kejadian K3L mengakibatkan terhambatkan pekerjaan maka Manager K3L harus memimpin investigasi kecelakaan kerja

Laporan Kecelakaan kerja Meliputi :

  • Tanggal, waktu dan lokasi kejadian
  • Jumlah dan data personil yang cidera
  • Jenis Kecelakaan

Petunjuk Operasi dan manual peralatan

Penyedia jasa harus mempunyai petunjuk operasional dan manual peralatan yang digunakan dalam proyek. Petunjuk operasional dan jam kerja puan harus tercatat dengan baik. Semua operator alat harus kompeten pada peralatan tersebut dan mempunyai sertifikat yang dikeluarkan oleh instansi berwenang.

Kebijakan Berkendaraan

Lalu lintas di lingkungan proyek dibatasi hanya untuk kendaraan yang berkepentingan untuk proyek. kendaraan pribadi dan kendaraan lain tidak di ijinkan masuk ke Lingkungan kerja kecuali pada tempat yang telah ditentukan, Aturan keselamatan berkendaraan seperti sabuk pengaman, SIM dan kecepatan berkendaraan harus dipathui olehsemua personil. Kondisi kendaraan harus diperiksa secara rutin untuk mengurangi kecelakaan dan mengurangi resiko pada personil

Pengendara

Pengendara (driver) harus mempunya tanggungjawab untuk :

  • Memenuhi persyaratan kesehatan personil proyek.
  • Berkendaraan dengan aman, dan mematuhi peraturan dan regulasi yang berlaku
  • Mempunyai SIM yang berlaku dan sesuai dengan kendaraan yang dibawa.
  • Pastikan diri sendir dan penummpang yang dibawa memakai sabuk keselamatan.
  • Pelajari dengan seksama jalur yang akan dilewati, seperti potensi kecelakaan, persimpangan berbahaya, alinyemen berbahaya, cuaca, batasan kecepatan, hari libur, hari pasar atau hari perayaan agama, dan lain-lain
  • Pengendara harus dalam kondisi sehat
  • Dilarang kras mengkonsumsi alkohol, narkotika dan obat terlarang lainnya.
  • Semua kecelakaan dan kejadian lainnya agar dilaporkan ke manajemen Penyedia Jasa.

Bahaya kecelakaan dan lain-lan seperti yan telah diuraikan dilakukan pada saat rapat teknis dan keselamatan (safety and technical meeting) sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan

Kendaraan dan Penggunaan

kebijakan terhadap kendaraan yang digunakan dan pengoperasiannya meliputi persyaratan minimal seperti :

  • Memiliki surat kendaran yang berlaku (Misal STNK)
  • kendaraan digunakan sesuai dengan fungsinya.
  • Sebelum menghidupkan kendaraan, Pengemudi wajib mengelilingi kendaraannya untuk memastikan kondisi aman atau tidak berbahaya sebagai akibat adanya benda, orang atau kendaraan lain, Selama mengelilingi kendaraan, pengemudi waji memeriksa kondisi kendaraan (ban, lampu, dll) dan memastikan jendela, lampu dan kaca sipin dalan kondisi bersih sehingga dapat melihat dengan jelas selama mengemudi.
  • Kendaraan tidak boleh digunakan apabila ada bagian tertentu yang rusak sehingga mengurangi kinerja dan keselamatan kendaraan.
  • Jika pada suatu hal, kondisi tidak aman untuk berkendaraan, maka menjadi tanggung jawab penuh pengemudi untuk berhenti mengemudi.
  • Mengangkut benda berbahaya harus sesuai dengan pentunjuk pabrik, aturan dan regulasi yang berlaku.
  • Benda yang diangkut harus terikat dengan kencang dan terselubungi untuk memastikan bagian benda tersebut tidak jatuh atau menimpa penumpang.
  • Kendaraan yang digunakan  ada catatan penggunaan dan perawatan
  • kendaraan yang diparkir harus terkunci dan direm tangan
  • Dalam kendaraan harus tersedia alat P3K, Trafic Cone, ban cadangan beserta perangkat pendukungnya, senter, segitiga pengaman, dan kunci-kunci praktis

Peralatan komunikasi

peralatan komunikasi harus bekerja dengan baik. Telepon selular dapat membahayakan jika digunakan secara tidak tepat. Berikut ini panduan praktis penggunaan telepon selular secara aman :

  • pengang telepon dimana tangan pengemudi masih dapat mengendalikan kemudi
  • Jangan menelepon dan menrima telepon saat mengemudi tanpa bantuan alat sejenis handsfree.
  • jangan menelepon saat mengisi bahan bakar
  • Pastikan kondisi lalulintas aman sebelum menerima panggilan telepon
  • Berhenti mengembudi sebelum memulai pembicaraan yang lama atau jika memerlukan catatan telepon.

Waktu kerja

waktu kerja mengacu pada peraturan dan kebijakan pemerinta. lembur kerja diberikan untuk memenuhi target pekerjaan. dengan ketentuan diajukan oleh penyedia Jasa dan dijinkan oleh direksi.

Dokumentasi

Dokomentasi kebijakan K3L minimal mencakup hal berikut :

  • Laporan Mingguan/bulanan
  • Laporan Inspeksi / Audit
  • Laporan kecelakaan (jika ada)
  • Laporan investigasi kecelakaan (Jika ada)
  • Catatan medis
  • Catatan Pelatihan
  • statistik kinerja K3L

Kebijakan Keamanan

Penyedia jasa harus menjamin keamanan lokasi proyek termasuk kantor proyek dan kantor direksi. Ketentuan minimal yang harus disediakan terkait kebijakan keamanan adalah sebagai berikut :

  • Pengadaan Petugas setara dengan Satuan Pengamanan.
  • Seluruh personil proyek dilarang keras membawa senjata api.
  • Seluruh personil proyek dilarang keras membawa senjata tajam kecuali orang-orang tertentu yang diberi ijin dan terdaftar di bagian K3L.
  • Seluruh personil proyek terdaftar dan membawa ID Card
  • Kantor dan semua laci harus tertutup dan terkunci.
  • Komputer harus menggunakan password, perangkat lunak anti virus dan data selalu di back up
  • Pengambilan data dan foto proyek harus seijin dari Direksi Pekerjaan

Komunikasi K3L

Komunikasi K3L (Technical meeting) hendaknya dilakukan sebelum atau suatu pekerjaan dilakukan dalan rapat teknis. Komunikasi hendaknya dalam bentuk bilingual sehingga pesan tersampiakan dan dpahami dengan jelas oleh pesertal. Secara umum komunikasi dalam rangka penerapan K3L hendaknya dalam bentuk :

  • Rapat Bulanan K3L
  • kick of Meeting
  • Papan Informasi
  • Poster / Rambu Peringatan

Rapat bulanan K3L

Manajemen penyedia jasa dan direksi hendaknya memfasilitasi rapat rutin (bulanan) mengenai rencana, progres dan penerapan kebijakan K3L, Rapat ini merupakan salah satu bentuk komunikasi K3L dan didokumentasikan dengan baik. Managemen penyedia jasa dan Direksi hendaknya peduli dengan agenda rapat ini. Dalam rapat hendaknya mendiskusikan hasil laporan kejadian dan kecelakaan, audit dan inspeksi, menyepakati tindak lanjut dari pertemuan tersebut dan hal lain terkait dengan kebijakan K3L

Kick of Meeting

Rapat pendahuluan K3L dilakukan sebelum pekerjaan lapangan dimulai maksud dari kick of meeting meliputi :

  • Program pelaksanaan pekerjaan baik yang sekarang maupun yang mendatang
  • Pembicaraan detail mengenai maksud dan sumber daya untuk melaksanakan program kerja
  • Pendekatan awal harus dilakukan identifikasi  dan analisis bahaya kemudian memutuskan apakah hal tersebut tercakup dalam operational risk analysis
  • Definisikan daftar dari pengukuran tingkat keamanan.
  • Defenisikan organisasi, tanggung jawa dan garis kerja pada semua komponen
  • Kampanyaken kebijakan K3L

Papan Informasi

Papan informasi merupakan komunikasi satu arah sebagai sarana penyebarluasan kebijakan K3L. Informasi yang disampaikan berisi :

  • Resiko tempat kerja
  • Cara menggunakan PPE
  • cara melakukan evakuasi
  • tindakan P3K
  • dan lain-lain

Poster/Rambu peringatan

Poster atau rambu peringatan merupakan komunikasi satu arah dalam bentuk simbol atau kalimat perintah atau tegas. Biasanya dengan huruf atau simbol besar sehingga mudah terbaca dan terlihat. Rambu perngantan ditempatkan pada lokasi strategis atau beresiko tinggi.

Daftar Pustaka

  • Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no 49 tahun 1996 tentan baku tingkat kebisingan
  • Keputusan menteri lingkungan hidup nomor 49 tahun 1996 tentang baku tingkat getaran
  • Peraturan menteri tenaga kerja nomor PER-05/MEN.1966 Tentang sistem managemen keselamtan dan kesehatan kerja
  • Peraturan Pemerinta RI Nomor 18 Tahun 1999 Tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun
  • Peraturan Pemerintah RI nomor 74 Tahun 2001 tentang bahan berbahaya dan beracun
  • Peraturan pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.
  • Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan kerja
  • Undang-undang No 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
-Info Terkait dengan artikel ini-

Topik yang berhubungan:

surat peringatan 3 - contoh surat peringatan 3 - dampak positif limbah - dampak positif sampah plastik - dampak positif sampah bagi masyarakat - dampak positif pengolahan sampah - simbol bahaya k3 - dampak positif pengelolaan sampah - dampak positif limbah plastik - jalur evakuasi pabrik - 

Comments

Leave a Reply





*

  • Oblong Anakunhas

  • Bantu Anakunhas

    Ini adalah para sahabat anakunhas yang sudah membantu kami. Mau gabung dengan mereka?, ayo bantu Kami mengembangkan situs ini dengan meng LIKE fan page kami melalui Page Like Anakunhas :
  • follow us

  • discalimer-na

    kami persilahkan bagi siapa saja yang akan melakukan copy paste terhadap materi yang ada didalam blog ini, tidak ada copyright di blog ini, blog ini adalah copyleft hehe, maklum sebagian dari content blog ini adalah hasil copy paste juga.

    Silahkan kalau mau copy-paste tulisan-tulisan disini. Silahkan kalau mau nge-link blog ini. tapi sebaiknya jangan mengakui tulisan orang, malu ki nanti kalau ketahuan toh . Supaya tidak dituduh plagiat, jangan lupa selalu sebutkan atau sematkan url sumbernya.

    beberapa materi yang ada dididalam blog ini kami ambil dari beberapa buku yang terkait, tapi dalam hal ini terjadi simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, kenapa? dengan terbitnya kontent buku tersebut, secara tidak langsung kami mempromosikan buku tersebut kepada seluruh pengunjung blog ini yang pas membuka topik buku tersebut yang kami naikkan di blog ini, karena setiap topik yang kami naikkan pasti kami sebutkan sumber buku dan pengarangnya

    ada juga materi yang kami ambil dari majalah tua, tujuannya paling tidak tips-tips yang menarik didalamnya tidak terbuang begitu saja dan bisa menjadi klipping online yang bisa dibaca oleh siapa saja

    karakter UNding & HASan yang banyak digunakan didalam cerita lucu ini hanyalah karakter fiktif belaka, Kata UNding & HASan adalah karakter yang sengaja saya buat dari singkatan UNHAS, jika ada kesamaan cerita lucu diatas mungkin sebuah kebetulan saja sebab semua cerita lucu yang di posting di blog ini hanyalah fiktif belaka.

    okay.. selamat menjelajah…

  • stats