HAMA
NGENGAT BUAH/Acrocercop cramerella (Lepidoptera: Gracillariidae)

Ngengat buah
Gejala Serangan :
Serangan pada buah kakao yang masih muda menyebabkan buah menjadi ketat, berwarna ku-ning pucat, biji-biji yang terdapat dalam buah tidak dapat berkem-bang. Serangan pada buah tua atau menjelang masak, kerusakan hanya terbatas pada beberapa biji, sedangkan biji yang lain akan tetap tumbuh normal.
Buah kakao yang rusak akibat serangan larva, apabila buah men-jadi masak biji akan sukar sekali dilepaskan. Akibat serangan larva, walaupun buah terus tumbuh, biji-nya akan tetap muda, gepeng atau Nampa.
Cara Hidup :

daur hidup
Ngengat meletakkan teiur setelah matahari terbenam di permu-kaan buah. Apabila nnenetas maka larva akan menggerek dan masuk ke dalam kulit dan daging buah, selanjutnya bird larva telah dewasa akan menyerang biji buah. Larva Jnsta r akhir akan keluar dari buah untuk membentuk pupa, biasanya pada permukaan buah, di sisi bawah di tempat yang lekuk dan terlindung.
Panjang tubuh ngengat kurang lebih 1,5 cm, sayap berwarna cokelat. Daur hidup kurang lebih 30 hari.
Pengendalian :
- Dengan sistem kondomisasi, yaitu menyelubungi buah kakao de-ngan bungkus piastik yang bagian bawahnya tetap terbuka.
- Penggunaan insektisida.
KUTU PUTIH/ Pseudococcus lilacinus (Homoptera: Psudococcidae)

kutu putih

kutu putih
Gejala Serangan :
Terjadi infeksi pada pangkal buah, pada bagian yang terlindung, dilanjutkan ke bagian buah yang masih kecil (diameter kurang dari 3 cm). Menghambat pertumbuhan buah, bila kerusakan terralu berat buah dapat nnengering.
Cara Hidup :

kutu putih pada buah kakao
Kutu berwarna putih karena diselimuti lapisan Jilin. Biasanya, kutu bersimbiosis dengan semut hitam atau semut rang-rang. Kutu dewasa seiama hiclupnya dapat meletakkan telur sebanyak 300 butir. Perkembangbiakan terjadi pada musim kemarau, hidup se-cara berkoloni. aur hidup 37-50 hari.
Tanaman inang lain: rambutan, jambu, srikaya, dan kapuk.
Pengendalian :
- Pemeliharaan tanaman secara baik.
- Pemanfaatan musuh alami. Keberadaan semut hitam atau semut rang-rang dapat digunakan sebagai predator. Semut dapat di-perbanyak dengan memperbanyak sarang semut menggunakan daun-daun kakao kering sebagai bumbung.
- Penggunaan insektisida ditambah larutan pelarut lilin agar insektisida dapat langsung kontak dengan tubuh kutu.
Kepinding / Helopeltis antonii (Hemiptera: Miridae)
Kepinding
Gejala Serangan :
Pada buah yang diserang tampak bekas tusukan dan bintik hitam di permukaan, bila serang-an berat, buah tampak busuk. Pada buah yang besar (lebih dari 5 cm), serangan menyebabkan buah menjadi tidak sempurna dan kualitas menurun karena biji buah akan tetap kecil. Bila serang-an tidak berat, buah kakao yang kecil (kurang dari 5 cm) akan mengering.
Pada tanaman yang sedang tidak berbuah, serangan ter-jadi pada tunas atau pucuk daun muda, sehingga bagian tersebut menjadi layu dan kering, daun berguguran dan tampak seperti cabang yang gundul.
Cara Hidup :
Kepinding mempunyai ovipositor, yaitu alat untuk memasukkan telur ke dalam buah kakao muda. Telur dimasukkan dalam 2 atau 3 kelompok.
Stadium telur 6-24 hari. Setelah telur menetas, larva bergerak gesit dan dapat pindah dari satu buah ke buah lain. Sebelum menjadi dewasa, mengalami 6 kali pergantian kulit.
Imago berwarna hitam, dada berwarna merah, mempunyai tan-duk lurus.
Tanaman inang teh, kopi, lada, gambit-, alpukat, jambu,
manggis, jeruk, dan rambutan.
Pengendalian :
- Pengaturan pohon pelindung karena Helopeitis sangat menyukai kelembapan tinggi dengan suhu udara agak panas. Pemangkasan yang sejajar dengan kerniringan tanah dapat mengurangi kelem-bapan.
- Menghilangkan tanaman inang.
- Penggunaan insektisida. Penyemprotan dilakukan pada pukul 18.00-20.00 karena pada saat itu gerakan Helopeltis lamban.
PENYAKIT
BUSUK BUAH
Penyebab Penyakit: Jamur Phytophthora palmivora

busuk buah
Gejala Serangan :
Buah yang terserang berubah warna mulai dari ujung buah atau dekat tangkai, meluas ke seluruh buah. Buah menjadi busuk dalam waktu 14-22 hari. Busuk buah dapat timbul pada berbagai UMW” buah.
Buah menjadi hitam. Pada permukaan buah yang sakit dm-bul lapisan putih bertepung, terdiri atas jamur-jannur sekunder yang banyak membentuk spora.
Jamur juga masuk ke dalam buah dan menyebabkan busuk biji
tetapi bila serangan muncul menjelang buah masak, biji masih dapat dipungut
Daur Hidup :
Jamur bersumber dari tanah, batang yang sakit kanker batang, buah yang sakit, dan tumbuhan inang lain.
]amur bertahan dalam tanah, jamur dapat terbawa percikan air hujan ke buah-buah yang dekat dengan tanah. Setelah mengadakan infeksi kemudian menghasilkan banyak sporangium. Sporangium dapat terbawa oleh percikan air dan angin.
jamur juga dapat terbawa serangga, misalnya semut, sehingga dapat mencapai buah-buah yang tinggi.
Faktor yang Berpengaruh :
Kelembapan udara, curah hujan, cara bercocok tanam, banyaknya buah pada pohon, dan jenis tanaman.
Pengendalian
- Mempertahanhan seresah sebagai mulsa di sekitar pangkal batang akan mencegah terjadinya percikan air yang membawa tanah yang terinfeksi jamur. Adanya mulsa akan meningkatkan kegiatan mi-kroorganisme saprofit yang bersifat berlawanan terhadap jamur.
- Mengurangi kelembapan kebun, dengan cara memperbaiki drai-nase serta pemangkasan tanaman dan pohon pelindung secara teratur.
- Menggunakan fungisida, penyemprotan terhadap buah kakao dilakukan pada musim penghujan.
KANKER BATANG
Penyebab Penyakit: Jamur Phytophthora palmivora

kanker batang
Gejala Serangan :
Pada batang atau cabang yang besar dijumpai daerah yang ber-
warna gelap dan agak menebal. Kadang tempat tersebut sering me-ngeluarkan caftan kemerahan yang setelah mengering tampak seperti lapisan karat pada permukaan kulit. Gejala sukar terlihat karena tertutup lapisan luar kulit, lebih-lebrh kalau tertutup lumut.
Kalau lapisan kulit luar dikorek, tampak lapisan kulit bagian daiam berwarna merah kecokelatan, Bercak dapat meluas dengan cepat, se-hingga banyak kulit yang rusak.
Kanker batang menyebabkan permukaan yang dapat dipakai un-tuk membentuk bantalan bunga berkurang, sehingga pohon hanya se-dikit membentuk buah.
Daur Hidup :
Jika buah yang terserang palmivora tidak segera dipetik, jamur akan berkembang melalui tangkai buah dan menginfeksi kulit batang atau cabang. Jamur tidak dapat langsung menginfeksi batang yang se-hat, kecuali kalau terdapat luka-luka, misalnya luka karena serangga.
Faktor yang Berpengaruh :
Kanker batang berhubungan erat dengan busuk buah dan usaha pengendalian busuk buah. Kalau usaha pemetikan buah sakit di[akukan dengan benar, kanker batang hanya sedikit menimbulkan kerugian.
Pengendalian :
- Buah-buah yang menunjukkan gejala harus segera dipetik dan dimusnahkan.
- Melumasi kulit yang terserang kanker dengan ter arang yang tidak asam.
- Pemeliharaan kebun sebaik-baiknya akan meningkatkan keta-hanan pohon.
- Mengorek bagian batang yang sakit, sehingga kulit dalam terlihat, lalu dapat diolesi menggunakan fungisida.
HAWAR DAUN
Penyebab Penyakit: Jamur Colletotrichum gloeosporioides

hawar daun
Gejala Serangan :
Penyakit menyebabkan daun muda mati. Pada daun muda yang sakit terdapat bintik-bintik kecil, biasanya mudah gugur.
Pada daun dewasa, penyakit dapat menyebabkan terjadinya ber-cak-bercak nekrosis (jaringan mati) yang berbatas. Di sekeliling jaring-an yang sakit terbentuk lingkaran berwarna kuning (halo). Bercak ke-mudian menjadi berlubang.
Ranting yang daun-daunnya terserang dan gugur dapat meng-alami mati pucuk.
Penyakit juga dapat timbul pada buah, terutama pada buah muda, terdapat bintik-bintik cokelat yang berkennbang menjadi bercak cokelat berlekuk (antraknosa). Buah kemudian layu, mengering, dan nnengeriput. Serangan pada buah yang tua akan menyebabkan busuk kering pada ujung buah. Halo dan antraknosa dapat terjadi pada daun nnaupun buah.
Daur Hidup :
Jamur hanya dapat mengadakan infeksi pada jaringan yang men-jadi lemah karena faktor lingkungan yang kurang menguntungkan, seperti kurangnya peneduh, kesuburan tanah yang rendah, atau ca-bang yang lemah karena kanker batang. Jamurjuga dapat mengadakan infeksi melalui bekas tusukan atau gigitan serangga.
Faktor yang Berpengaruh :
Pengaruh pohon pelindung, jika peneduh kurang maka daur hidup jamur menjadi lebih pendek. Kakao yang membentuk banyak tunas-tunas muda secara bersamaan lebih banyak sangat rentan. Pembentuk-an tunas-tunas muda akan memperlernah tanaman.
Pengendalian :
- Mempergunakan tanaman yang tahan.
- Mernperbaiki keadaan tanaman.
- Sanitasi kebun.
- Mengendalikan busuk buah dan kanker batang.
- Apabila tunas-tunas muda banyak terbentuk, dilakukan dua kali penyemprotan dengan fungisida sistemik. Sedangkan bila tunas-tunas muda sedikit terbentuk, dilakukan 3 kali penyemprotan dengan fungisida kontak.
sumber : disadur dari wikipedia

