Anakunhas

Kuliah, Berkarya, Mandiri, dan Sukses!

PROSES MANAJEMEN

Posted on | October 8, 2011 | 2 Comments

Proses manajemen, dalam artian sederhana, melibatkan 3 tahap sejak penyusunan sasaran sampai ke pencapaiannya:

  • PLANNING (perencanaan)
  • IMPLEMENTATION (pelaksanaan)
  • EVALUATION (evaluasi)

PLANNING (perencanaan)

Rasanya tidak masuk akal kalau Anda membayangkan suatu situasi bisnis, di mana Anda bisa langsung masuk ke tahap pelaksanaan tanpa sebelumnya melewati tahap perencanaan. Produsen barang membutuhkan perencanaan awal dad pengadaan tenaga kerja, pengadaan mesin, pengadaan dana, suplai komponen serta jadual produksi. Penjualan eceran membutuhkan perencanaan awal dari uang, tingkat persediaan barang. karyawan, display, dan lain-lain. Perencanaan total dad semua somber daya adalah materi vital bagi proses manajemen, yang membutuhkan tingkat kecakapan dan kemampuan sepadan. Tapi, kembali lagi, sebelum Anda bisa merencanakan sasaran-sasaran harus dirumuskan secara jelas dulu.

IMPLEMENTATION (pelaksanaan)

Tahap ini – pelaksanaan semua rencana, proses produksi, proses
menjual, proses pelayanan puma jual    mengkonsumsi sebagian
besar waktu dan tenaga para manajer sepanjang masa bisnis. Sederhana saja, implementasi membutuhkan dua jenis kecakapan yang berbeda:

1. Technical Skills (Kecakapan-kecakapan Teknis)
2. Leadership Skills (Kecakapan-kecakapan Mernimpin)

‘Technical Skills’ adalah semua kemampuan praktis yang diperlukan untuk langsung meraih basil. Misalnya, suatu proses produksi memerlukan buruh-buruh yang terlatih dan memenuhl persyaratan untuk menjalankan mesin, alat-alat pemeliharaan, mengadakan

pertemuan, inspeksi berantai, dan lain-lain. Suatu armada penjua[an membutuhkan kecakapan untuk menarik perhatian, memperlihatkan manfaat – keunggulan teknis, keunikan produknya, dan merealisir transaksi.
Kecakapan-kecakapan ini mungkin, kalau bukan pasti, merupakan perwujudan dari delegasi. Seorang manajer rnerninta sekretarisnya untuk mengetik surat, karena kecakapan teknik mengetik sang sekretaris lebih tinggi dari sang manajer.
‘Leadership Skill’ adalah semua kemampuan yang diperlukan untuk memas-tikan bahwa semua bawahan memproduksi hasil-hasil yang benar.

Seorang manajer dinilai menurut hasil-hasil yang dicapai oleh para bawahan dalam wewenangnya dan tidak hanya menurut hasil yang dicapainya sendiri. Karenanya dia harus mennpunyai kecakapan memimpin yang tidak dapat didelegasikan semua (tanggung-jawab
tetap melekat pada manajer), Dalam hal Technical Skills’ bisa seluruhnya didelegasikan. Kecakapan memimpin lebih bersifat umum dalam pemakaiannya dibandingkan kecakapan teknis. Maksudnya, dalam lingkungan yang secara teknologis dan komersial jauh berbeda

diperlukan ‘Technical Skills’ yang berbeda pula – tapi ‘Leadership Skills’ yang diperlukan tetap sama. Adalah suatu pendapat umum yang adil dan benar, bahwa semakin tinggi jenjang manajemen didaki,
semakin perlu ‘Leadership’ dan    semakin kurang perlu ‘Technical
Skills’.

EVALUATION (evaluasi)

Seorang manajer harus tahu secara tepat apakah telah mencapai keseluruhan sasaran, melewati atau mendekat. Dia memerlukan informasi ini untuk memutuskan sejauh mans dia harus merupakan perencanaan/ menata kembali program pelaksanaannya. Maka dia memerlukan beberapa sistem untuk memperoleh umpan batik (feedback) mengenai pelaksanaan, agar memperoleh informasi. Sistem tersebut bisa bersifat resmi, misalnya: Budgetary Control Systems, Performance Figures, Profit and Loss Accounts, Computer Data, kesernuanya mernberikan indikasi spesifik mengenai performs kegiatan perusahaan. Atau menyangkut pula kemampuannya “membaca situasi” dan “menginterpretasikan tanda clan gejala” -Labour Turnover, laparan- laporan dari hasil “Performance Appraisal”, Keluhan Pelanggan, Meningkatkan Kegiatan Asosiasi Dagang, hilangnya senyum dari wajah para bawahannya.
Penggunaan dari “technical” dan “leadership skills” dievaluasi berdasarkan performa (performance) dan hasil (results). Hanya saja ‘Technical Skills’ bisa diukur berdasarkan talok ukur yang standarnya: terbatas, bisa diukur dan bisa diperlihatkan; sedangkan ‘Leadership Skills’ menyangkut elemen manusianya. Seseorang memberikan
reaksi yang berbeda terhadap rangsangan yang berbeda, dan tergantung tingkatan kemampuan/ jabatan/pengetahuannya pufa.

Jadi kepemimpinan seseorang tidak bisa dipandang sebagai suatu ilmu yang bersifat mutlak, lengkap berikut hukum dan peraturan yang tidak bisa diganggu-gugat. Seorang pemimpin seharusnya peka terhadap faktor manusla yang tidak konstan sifetnya, seharusnya luwes dan bisa menyesuaikan diri dalam menangani hal ini. Jadi kita harus melihat kepemimpinan rebih sebagai sent daripada sebagai ilmu, dan karena itu bisa menerima bahwa ada pandangan dan pendapat berbeda-beda tentang bagaimana melaksanakannya.

-Info Terkait dengan artikel ini-

Topik yang berhubungan:

proses manajemen - kecakapan manajer - technical skills adalah - technical skill adalah - kecakapan seorang pemimpin (leadership skill) - pengertian technical skill - kecakapan teknis manajer - beberapa kecakapan manajer - artikel proses manajemen - makalah manajemen proses - 

Comments

Leave a Reply





*

  • Oblong Anakunhas

  • Bantu Anakunhas

    Ini adalah para sahabat anakunhas yang sudah membantu kami. Mau gabung dengan mereka?, ayo bantu Kami mengembangkan situs ini dengan meng LIKE fan page kami melalui Page Like Anakunhas :
  • follow us

  • discalimer-na

    kami persilahkan bagi siapa saja yang akan melakukan copy paste terhadap materi yang ada didalam blog ini, tidak ada copyright di blog ini, blog ini adalah copyleft hehe, maklum sebagian dari content blog ini adalah hasil copy paste juga.

    Silahkan kalau mau copy-paste tulisan-tulisan disini. Silahkan kalau mau nge-link blog ini. tapi sebaiknya jangan mengakui tulisan orang, malu ki nanti kalau ketahuan toh . Supaya tidak dituduh plagiat, jangan lupa selalu sebutkan atau sematkan url sumbernya.

    beberapa materi yang ada dididalam blog ini kami ambil dari beberapa buku yang terkait, tapi dalam hal ini terjadi simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, kenapa? dengan terbitnya kontent buku tersebut, secara tidak langsung kami mempromosikan buku tersebut kepada seluruh pengunjung blog ini yang pas membuka topik buku tersebut yang kami naikkan di blog ini, karena setiap topik yang kami naikkan pasti kami sebutkan sumber buku dan pengarangnya

    ada juga materi yang kami ambil dari majalah tua, tujuannya paling tidak tips-tips yang menarik didalamnya tidak terbuang begitu saja dan bisa menjadi klipping online yang bisa dibaca oleh siapa saja

    karakter UNding & HASan yang banyak digunakan didalam cerita lucu ini hanyalah karakter fiktif belaka, Kata UNding & HASan adalah karakter yang sengaja saya buat dari singkatan UNHAS, jika ada kesamaan cerita lucu diatas mungkin sebuah kebetulan saja sebab semua cerita lucu yang di posting di blog ini hanyalah fiktif belaka.

    okay.. selamat menjelajah…

  • stats