Anakunhas

Kuliah, Berkarya, Mandiri, dan Sukses!

Perawatan Pasca Trakeostomi

Posted on | June 18, 2011 | No Comments

Adanya kanul di dalam trakea yang merupakan benda asing akan merangsang pengeluaran discharge. Discharge ini akan keluar bila penderita batuk, pada saat dilakukan pengisapan atau pada saat penggantian kanul. Pengeluaran discharge dengan jalan membatukkan pada penderita dengan trakeostomi tidak seefektif pada orang normal, karena penderita tidak dapat menutup glotis untuk menghimpun tekanan yang tinggi, sehingga perlu dilakukan pengisapan. Beberapa jam pertama pasca bedah, dilakukan pengisapan discharge tiap 15 menit, selanjutnya tergantung pada banyaknya discharge dan keadaan penderita.

Pengisapan discharge dilakukan dengan kateter pengisap yang steril dan disposable. Pada saat pengisap dimasukkan ke dalam trakea, jangan diberi tekanan negatif, begitu pula antara pengisapan harus diberi periode istirahat agar udara paru tidak terlalu banyak terisap, dengan demikian residual volume tidak banyak berkurang. Setelah ujung pengisap sampai di bronkus, dilakukan pengisapan perlahan-lahan sambil memutar kanul pengisap. Jika kanul trakea mempunyai kanul dalam, kanul dalamnya dikeluarkan terlebih dahulu. Kanul dalam ini harus sering diangkat dan dibersihkan.

Lore (1973) menganjurkan memakai pengisap terkecil yang dapat melakukan pengisapan dengan adekuat, sedang Feldman dan Crawley (1971) memakai kateter pengisap steril dan non traumatik yang penampangnya kurang dari separuh penampang trakea. Sebelum melakukan pengisapan, sebaiknya penderita diberi oksigen selama 2-3 menit. Bila didapatkan sekret yang kental, teteskan larutan garam fisiologis terlebih dahulu.

Dengan adanya trakeostomi, fungsi humidifikasi yang sebelumnya dilakukan oleh saluran napas bagian atas menghilang. Untuk itu menggantikannya perlu dilakukan humidifikasi buatan.

Cara-cara untuk humidifikasi udara inspirasi di antaranya
ialah:

a). Condensor humidifier. Alat ini dipasang pada kanul
trakea. Pada waktu ekspirasi, uap air mengembun pada
lempeng-lempeng metal dari kondensor. Kekurangan alat ini
ialah jika terjadi penimbunan discharge pada alat tersebut
fungsinya akan berkurang. Alat ini harus diganti setiap 3 jam.

b). Dengan melewatkan udara inspirasi melalui reservoir
berisi air yang secara teratur dipanaskan dengan termostat. Alat
ini relatif lebih efisien. Bila penderita bernafas spontan,
campuran gas ditiupkan melalui suatu T-piece atau melalui
kotak plastik yang dilubangi.

c). Dengan menambahkan tetesan-tetesan air yang halus pada udara
inspirasi
. Efektifitas tetesan ini tergantung pada jumlah tetesan dan
kelembaban relatif udara inspirasi.

d). Secara sederhana humidifikasi dapat dikerjakan dengan
menaruh lembaran kasa yang telah dibasahi di depan mulut
kanul.
Kasa tersebut diikatkan pada leher dan harus diganti
sesering mungkin.

Bila kanul terbuat dari polivinil klorida atau dari silikon, kanul ini diganti setiap 7 hari atau lebih cepat, karena lumennya akan mengecil oleh timbunan krusta dan discharge. Sebelum mengangkat kanul, trakea dan daerah faring

diisap terlebih dahulu, setelah itu balon dikempiskan kemudia kanul diangkat dan stoma dibersihkan dengan cepat. Kanul baru dipasang dengan mengarahkan ujungnya ke arah posterior lebih dahulu kemudian ke arah kaudal. Kesalahan memasang kanul dapat berakibat kanul terletak di dalam mediastinum.

Bila diduga akan terjadi kesulitan pada pemasangan kanul kembali, siapkan alat-alat untuk resusitasi, laringoskop dan PET (pipa endo trakeal). Setelah penggantian kanul dilakukan auskultasi paru untuk menyakini bahwa kedua paru sama mengembang.

Bila digunakan kanul memakai balon (cuff), sebaiknya dipilih balon yang bervolume besar dan bertekanan rendah. Balon diisi dengan udara secukupnya agar menempel rapat pada dinding trakea, dan jumlah udara yang dimasukkan dicatat.

Jika balon terlalu banyak diisi udara akan terjadi hal-hal sebagai berikut:
a). Bila kanul terbuat dari polivinil klorida atau dari silikon, kanul ini diganti setiap 7 hari atau lebih cepat, karena lumennya akan mengecil oleh timbunan krusta dan discharge. Sebelum mengangkat kanul, trakea dan daerah faring

diisap terlebih dahulu, setelah itu balon dikempiskan kemudia kanul diangkat dan stoma dibersihkan dengan cepat. Kanul baru dipasang dengan mengarahkan ujungnya ke arah posterior lebih dahulu kemudian ke arah kaudal. Kesalahan memasang kanul dapat berakibat kanul terletak di dalam mediastinum.

Bila diduga akan terjadi kesulitan pada pemasangan kanul kembali, siapkan alat-alat untuk resusitasi, laringoskop dan PET (pipa endo trakeal). Setelah penggantian kanul dilakukan auskultasi paru untuk menyakini bahwa kedua paru sama mengembang.

Bila digunakan kanul memakai balon (cuff), sebaiknya dipilih balon yang bervolume besar dan bertekanan rendah. Balon diisi dengan udara secukupnya agar menempel rapat pada dinding trakea, dan jumlah udara yang dimasukkan dicatat.

Jika balon terlalu banyak diisi udara akan terjadi hal-hal sebagai berikut:
a). Iskemia dan nekrosis mukosa trakea.
b). Nekrosis cincin-cincin tulang rawan trakea.
c). Herniasi balon pada ujung kanul akan menyumbat jalan napas.
d). Akan timbul gangguan saat menelan.

Luka operasi pada stoma bila bersih cukup ditutup dengan kasa steril, tetapi luka terinfeksi perlu dikultur dan uji kepekaan
dan diberikan antibiotika yang sesuai. Akhirnya penderita diajari untuk merawat diri sendiri

untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai perawatan pasca trakeostomi silahkan mendownload artikel lengkapnya di link ini

sumber : http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/144_13PerawatanMandiriPascaTrakeostomi.pdf/144_13PerawatanMandiriPascaTrakeostomi.html

Perawatan Mandiri Pasca Trakeostomi
HR Krisnabudhi
Rumah Sakit Bina Husada Cibinong, Bogor, Jawa Barat

-Info Terkait dengan artikel ini-

Topik yang berhubungan:

perawatan trakeostomi - efek samping trakeostomi - perawatan trakeostomi pdf - trakeostomi ppt - post trakeostomi - perawatan trakeostomi ppt - perawatan pasca trakeostomi - makalah perawatan trakeostomi - pemasangan trakeostomi - melakukan perawatan trakeostomi - 

Comments

Leave a Reply





*

  • Oblong Anakunhas

  • Bantu Anakunhas

    Ini adalah para sahabat anakunhas yang sudah membantu kami. Mau gabung dengan mereka?, ayo bantu Kami mengembangkan situs ini dengan meng LIKE fan page kami melalui Page Like Anakunhas :
  • follow us

  • discalimer-na

    kami persilahkan bagi siapa saja yang akan melakukan copy paste terhadap materi yang ada didalam blog ini, tidak ada copyright di blog ini, blog ini adalah copyleft hehe, maklum sebagian dari content blog ini adalah hasil copy paste juga.

    Silahkan kalau mau copy-paste tulisan-tulisan disini. Silahkan kalau mau nge-link blog ini. tapi sebaiknya jangan mengakui tulisan orang, malu ki nanti kalau ketahuan toh . Supaya tidak dituduh plagiat, jangan lupa selalu sebutkan atau sematkan url sumbernya.

    beberapa materi yang ada dididalam blog ini kami ambil dari beberapa buku yang terkait, tapi dalam hal ini terjadi simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, kenapa? dengan terbitnya kontent buku tersebut, secara tidak langsung kami mempromosikan buku tersebut kepada seluruh pengunjung blog ini yang pas membuka topik buku tersebut yang kami naikkan di blog ini, karena setiap topik yang kami naikkan pasti kami sebutkan sumber buku dan pengarangnya

    ada juga materi yang kami ambil dari majalah tua, tujuannya paling tidak tips-tips yang menarik didalamnya tidak terbuang begitu saja dan bisa menjadi klipping online yang bisa dibaca oleh siapa saja

    karakter UNding & HASan yang banyak digunakan didalam cerita lucu ini hanyalah karakter fiktif belaka, Kata UNding & HASan adalah karakter yang sengaja saya buat dari singkatan UNHAS, jika ada kesamaan cerita lucu diatas mungkin sebuah kebetulan saja sebab semua cerita lucu yang di posting di blog ini hanyalah fiktif belaka.

    okay.. selamat menjelajah…

  • stats