Anakunhas

Kuliah, Berkarya, Mandiri, dan Sukses!

Dampak Penyakit Polip

Posted on | March 20, 2011 | 1 Comment


polip atau tonjolan daging yang jinak pada rongga hidung ternyata memiliki cukup banyak penyakit komplikasi yang mengikutinya. Tak hanya akan mengakibatkan peradangan sinus atau sinusitis, polip juga bisa merusak struktur tulang penderitanya.

Keberadaan polip yang tak segera diatasi bisa mengakibatkan sinusitis atau peradangan sinus yakni rongga pada area hidung dan sekitar mata. Peradangan tersebut cukup berbahaya dan bisa berdampak pada kerusakan mata serta radang otak atau meningitis,” dr Agus Subagio SpTHT, dokter spesialis THT Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Sinusitis sebagai akibat munculnya polip pada hidung itu sendiri terjadi karena sekret atau cairan tak bisa keluar dari rongga hidung dan justru tertahan di dalamnya. Endapan sekret itu kemudian menjadi area yang bagus berkembangnya kuman penyakit. Hal itulah yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada sinus atau sinusitis.

Tak hanya akan berdampak pada kerusakan mata dan peradangan otak, saat diikuti sinusitis keberadaan polip juga akan menyebabkan kerusakan struktur tulang penderitanya. Yakni merupakan dampak tekanan tonjolan pada tulang penderitanya. Jika tekanan terjadi secara terus menerus, lama kelamaan akan merusak struktur tulang.

Mengenai penyebab munculnya polip, menurut dr Agus, hingga kini masih belum bisa dipastikan. Hanya saja, penyakit berupa tonjolan warna putih keabu-abuan mirip nata de coco ini biasanya dialami oleh penderita sejumlah penyakit tertentu. Misalnya Rinitis alergika, asma, Sinusitis kronis, serta Fibrosis kistik.

“Selain bisa mengakibatkan munculnya derita sinusitis, polip itu sendiri juga bisa muncul karena seseorang sebelumnya telah menderita sinusitis. Yakni polip tumbuh karena adanya pembengkakan akibat infeksi. Itu karena dalam area hidung kita ada bagian yang sempit. Jika terjadi tekanan negatif pada daerah itu bisa mengakibatkan pembengkakan,” jelas dr Agus.

Karena letaknya yang berada di rongga hidung, polip yang memiliki bentuk bertangkai atau berkaki ini akan menyebabkan penyumbatan hidung. Sehingga, penderita seringkali mengeluhkan adanya penurunan fungsi indera penciuman.(*)

Polip Stadium Lanjut Harus Dioperasi
UNTUK mengatasi munculnya polip dalam rongga hidung, ternyata tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama atau istilahnya disama ratakan. Sebab, penyakit yang bisa berdampak pada munculnya tumor jika terjadi mutasi gen ini hadir dalam sejumlah tahap. Yakni dimulai stadium satu hingga stadium tiga.
“Jika polip masih berada di tahap awal atau stadium satu, keberadaan polip biasanya masih belum kelihatan dalam pemeriksaan fisik. Sehingga, untuk mengetahui atau mendeteksi penyakit ini membutuhkan alat khusus untuk pengecekan melalui proses endoskopi,” kata dr Agus Subagio SpTHT, dokter spesialis RS Awal Bros Batam.
Lain halnya jika derita polip sudah masuk dalam stadium dua. Sebab, dalam tahapan ini polip yang berada dalam rongga hidung sudah kelihatan dan menutupi lubang hidung meskipun masih belum secara keseluruhan. Sehingga, pemeriksaan secara kasat mata yakni dengan melihat ke lubang hidung pun bisa dilakukan.
“Penanganan polip pada stadium satu dan dua bisa dilakukan dengan memberikan obat untuk mengatasi munculnya penyakit tersebut. Kecuali jika polip stadium dua sudah memenuhi hampir semua rongga hidung, tindakan operasi sudah harus dilakukan. Begitu juga dengan polip pada stadium lanjut atau stadium tiga,” katanya.
Mengenai anggapan bahwa polip yang dioperasi akan tumbuh lagi pasca operasi, dr Agus mengatakan hal tersebut sangat tergantung pada tindakan operasi yang dilakukan serta jenis polip itu sendiri. Artinya, jika tindakan operasi dilakukan dengan bersih dan dilakukan pada polip dengan tipa gampang sembuh, maka polip tak akan muncul kembali.
Begitu pula dengan ada tidaknya faktor penyakit yang menyertainya. Misalnya Rinitis alergika. Jika penderita polip juga memiliki penyakit ini, maka peluang munculnya kembali polip pasca operasi bisa saja terjadi.(*)

Segera Obati dan Hindari Munculnya Penyakit Pencetus
LEBIH baik mencegah daripada mengobati. Setiap orang pasti setuju dengan hal ini. Sebab, saat seseorang sudah terkena penyakit, bukan saja rasa sakit yang akan ditanggungnya tapi juga upaya untuk menyembuhkan penyakit tersebut pasti membutuhkan waktu.
Nah, bagaimana dengan polip? Apa yang bisa dilakukan untuk bisa mencegah datangnya polip pada tubuh kita? Bagaimana juga jika polip sudah diangkat dan kita ingin bisa bebas dari penyakit tersebut?

Mengingat kemunculan polip berhubungan dengan derita sejumlah penyakit seperti pilek karena alergi atau karena infeksi, maka penyakit tersebut harus segera diobati saat tanda-tandanya muncul. Sebab, jika penyakit pencetus sembuh, diyakini polip tidak akan muncul kembali.
“Jika ada tanda-tanda infeksi pada rongga hidung atau sinus kita, sebaiknya segera diobati. Sebab, bila hal tersebut dibiarkan bisa menyebabkan munculnya polip yakni terpicu dari pembengkakan atau infeksi sinus ,” kata dr Agus Subagio SpTHT.
Selain pengobatan penyakit yang bisa mencetuskan munculnya polip, menghindari hal-hal yang bisa memicu munculnya penyakit pencetus juga harus dilakukan. Misalnya menghindari hal-hal yang mengakibatkan pilek alergi atau pembengkakan yang bisa merangsang infeksi.(*)

sumber : http://msidikp.wordpress.com/2009/03/03/polip-bisa-rusak-mata-dan-sebabkan-meningitis/

sumber gambar : http://www.melindahospital.com/modul/user/detail_artikel.php?id=828_Polip-Hidung-Atasi-dengan-Dua-Cara-Pengobatan

-Info Terkait dengan artikel ini-

Topik yang berhubungan:

dampak penyakit polip - gambar penyakit polip - foto penyakit polip - penyebab penyakit polip - akibat penyakit polip - Akibat dari penyakit polip - gambar polip - efek penyakit polip - Polip - gambar penyakit polip hidung - 

Comments

Leave a Reply





*

  • Oblong Anakunhas

  • Bantu Anakunhas

    Ini adalah para sahabat anakunhas yang sudah membantu kami. Mau gabung dengan mereka?, ayo bantu Kami mengembangkan situs ini dengan meng LIKE fan page kami melalui Page Like Anakunhas :
  • follow us

  • discalimer-na

    kami persilahkan bagi siapa saja yang akan melakukan copy paste terhadap materi yang ada didalam blog ini, tidak ada copyright di blog ini, blog ini adalah copyleft hehe, maklum sebagian dari content blog ini adalah hasil copy paste juga.

    Silahkan kalau mau copy-paste tulisan-tulisan disini. Silahkan kalau mau nge-link blog ini. tapi sebaiknya jangan mengakui tulisan orang, malu ki nanti kalau ketahuan toh . Supaya tidak dituduh plagiat, jangan lupa selalu sebutkan atau sematkan url sumbernya.

    beberapa materi yang ada dididalam blog ini kami ambil dari beberapa buku yang terkait, tapi dalam hal ini terjadi simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, kenapa? dengan terbitnya kontent buku tersebut, secara tidak langsung kami mempromosikan buku tersebut kepada seluruh pengunjung blog ini yang pas membuka topik buku tersebut yang kami naikkan di blog ini, karena setiap topik yang kami naikkan pasti kami sebutkan sumber buku dan pengarangnya

    ada juga materi yang kami ambil dari majalah tua, tujuannya paling tidak tips-tips yang menarik didalamnya tidak terbuang begitu saja dan bisa menjadi klipping online yang bisa dibaca oleh siapa saja

    karakter UNding & HASan yang banyak digunakan didalam cerita lucu ini hanyalah karakter fiktif belaka, Kata UNding & HASan adalah karakter yang sengaja saya buat dari singkatan UNHAS, jika ada kesamaan cerita lucu diatas mungkin sebuah kebetulan saja sebab semua cerita lucu yang di posting di blog ini hanyalah fiktif belaka.

    okay.. selamat menjelajah…

  • stats