Anakunhas

Kuliah, Berkarya, Mandiri, dan Sukses!

Unhas Tarik Dokter dari RS Pemprov

Posted on | May 11, 2010 | No Comments

Buntut Pergub soal Retribusi Coass dan Residen; Residen Siap Dialihkan ke Gorontalo ; Pelayanan Medis di RS Milik Pemprov Sulsel Terancam ; Mahasiswa FK Unhas Kembali Ancam Demo Hari Ini ; Gubernur Siap Tinjau Ulang Pergub No 28/2010

Makassar, Tribun – Sejumlah bagian di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) Makassar dikabarkan menarik dokter spesialis, asisten dokter spesialis (residen), dan dokter muda (coast) dari rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Informasi yang dihimpun Tribun, Senin (10/5), menyebutkan, tiga bagian yang sudah menarik staf dan mahasiswanya adalah bagian ilmu bedah, bagian ilmu kesehatan anak, dan bagian ilmu kesehatan saraf. 
Kebijakan tersebut sebagai buntut pemberlakuan Peraturan Gubernur (Pergub) No 28/2010 yang salah satu itemnya adalah mengatur pembayaran retribusi oleh residen, coast, dan calon perawat/bidan yang sedang tugas praktik di RS milik pemprov. 
Penarikan residen dan coast tersebut dikhawatirkan mengganggu pelayanan medis kepada masyarakat mengingat mereka yang selama ini banyak membantu dokter organik di rumah sakit tersebut.
 Koordinator Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) I FK Unhas, Prof Dr dr Syamsu SpPD-KAI, yang dikonfirmasi via telepon mengaku sudah mendapat kabar tersebut.
“Sudah ada bagian yang menolak kebijakan tersebut (pergub) dan menarik residennya. Tidak masalah, karena Gorontalo sudah meminta dan mereka siap memberi honor hingga jutaan rupiah per bulan,” kata Syamsu. 
Menurut Syamsu, tak hanya Gorontalo, Kepulauan Natuna dan Provinsi Riau yang berada di wilayah Indonesia bagian barat juga sudah mengajukan permintaan tenaga dokter dari FK Unhas.
“Kita selalu mengutamakan daerah sendiri, baru daerah lain di Indonesia timur, dan terakhir derah Indonesia barat. Tapi kalau di daerah sendiri mahasiswa kita dibebani biaya macam-macam, ya tentu kita distribusikan ke daerah yang membutuhkan,” tambah Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FK Unhas ini. 
Di kesempatan terpisah, Gubernur Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, pihaknya akan meninjau ulang item di dalam Pergub tentang Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan pada Unit-unit Pelayanan Kesehatan Pemprov Sulsel yang itemnya mengatur pungutan untuk coast dan residen.
Poin yang memantik protes, bahkan demonstrasi dari dokter dan calon dokter yang mengatur retribusi magang bagi sebesar Rp 75 ribu per minggu, coast, Rp 60 ribu per minggu, dan calon perawat/bidan Rp 50 ribu per minggu.
“Pergub ini hasil kesepakatan dengan sekolah dan perguruan tinggi dalam sebuah forum. Itu yang saya tahu. Tetapi tidak ada masalah, akan coba kita atur lagi,” kata Syahrul di Gubernuran, kemarin. 
Sementara itu, para residen dan coast dari FK Unhas tetap menuntut revisi pergub dalam waktu yang tidak terlalu lama. Mereka mengancam akan menggelar aksi, Selasa (11/5), sebagai lanjutan aksi Jumat pekan lalu. 
“Aksi kali ini akan melibatkan massa dalam jumlah yang lebih besar. Tapi kami tetap berdemo dengan santun dan elegan. Intinya, kita tidak mau ada retribusi seperti itu,” kata salah satu koordinator aksi, dr Koko. 
 

Beratkan Mahasiswa
Syamsu menilai, kebijakan retribusi yang diatur oleh pergub memberatkan mahasiswa. Dengan asumsi Rp 240 ribu per bulan bagi coast, berarti selama satu semester mereka harus membayar Rp 1,4 juta.
” Ini memberatkan mahasiswa. Padahal masih ada biaya lain yang harus dikeluarkan. Saya heran, di luar negeri justru mahasiswa kedokteran dibayar. Di dunia ini, hanya di Indonesia, khususnya di Sulsel, mahasiswa coast dan residen membayar ke rumah sakit,” katanya. 
Menurutnya, kebijakan tersebut mengherankan karena mahasiswa coast dan residen sudah mengeluarkan tenaga menolong pasien namun tetap dibebani membayar ke RS. 
“Kita sudah menandatangani kerja sama dengan Pemprov Gorontalo. Mahasiswa residen yang dikirim ke sana akan digaji per bulan hingga jutaan rupiah,” tegas konsultan alergi imunologi ini.
Jejaring
Penugasan coast dan residen di rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, sebagai tindak lanjut sinergi rumah sakit pendidikan berjejaring yang berpusat di Rumah Sakit Umum Regional Wahidin Sudirohusodo dan Rumah Sakit Pendidikan Unhas.  
Coast yang ditempatkan membantu dokter umum organik di rumah sakit sebagi bagian proses pendidikan klinik setelah melalui pendidikan pre-klinik.  
Rumah sakit yang berada di bawah naungan pemprov, di antaranya, RSU Labuang Baji, RSU Haji, RSU Dadi (Stroke Center), RS Sayang Rakyat, RSIA Fatimah, dan RSIA Pertiwi.  
Dari pantauan Tribun di Stroke Center RSU Dadi, kemain sore, suasana di tempat ini sepi. Ruangan residen dalam keadaan kosong dengan pintu terkunci. 
Aktivitas di ruangan intensive care unit (ICU) tetap berjalan. Beberapa keluarga pasien menggelar tikar di depan ruangan. Sementara yang tugas sebagian besar hanya dokter umum.
Sumber Tribun menyebutkan dokter saraf dan residen saraf dari FK Unhas tak lagi beraktivitas di tempat ini dalam beberapa pekan terakhir. 
Perawat yang ditemui membenarkan bila tak ada lagi residen yang bertugas di tempat ini. “Sepertinya sudah satu bulan ini tidak ada lagi residen yang bertugas. Makanya kamar mereka terkunci terus,” kata seorang perawat di UGD. 
Soal Kadis
Protes keluarga besar FK Unhas terhadap retribusi yang tertuang di dalam Pergub No 28/2010 adalah perseruan kedua kalinya Kadis Kesehatan Sulsel dr Rachmat Latief SpPD MARS dengan pihak Unhas.  
Sebelumnya, pihak Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Ikatan Sarjana Kesehatan Masyarakat juga memprotes kadis kesehatan karena mengangkat salah seorang stafnya menjadi pejabat eselon meski menggunakan gelar sarjana kesehatan masyarakat (SKM) palsu.
Yang bersangkutan diketahui tidak menyelesaikan pendidikannya di FKM Unhas namun tetap memasang gelar tersebut di papan nama di ruangannya. 
Sementara pada kasus kedua, Dinkes Sulsel disebut tidak melakukan sosialisasi kepada FK Unhas hingga muncul pergub yang memicu aksi demo di kalangan FK Unhas yang selama ini dikenal sangat jarang melakukan aksi, apalagi turun ke jalan. 
Sumber Tribun menyebutkan, hubungan antara kadis kesehatan dengan FK Unhas sudah “kurang harmonis” hingga kemudian muncul kebijakan justru dianggap memberatkan para mahasiswa calon dokter.
Rektor Unhas, Prof Dr dr Idrus Paturusi SpBO, juga mengaku bingung dengan kebijakan retribusi bagi para coast dan residen tersebut (lihat, Harusnya Dibayar).
Mantan Dekan FK Unhas mengaku tak pernah mendengar sosialisasi pergub tersebut hingga memunculkan demo di kalangan mahasiswa FK Unhas. 
Sementara itu, Komisi E DPRD Sulsel mengaku belum membahas item dalam Pergub Sulel yang menuai protes tersebut. 
Sekretaris Komisi E DPRD Sulsel, Devy Santy Erawaty, mengatakan, bila memang disebutkan ada penarikan retribusi yang dibebankan kepada para mahasiswa FK, maka pihaknya akan membahas di komisinya dan menindaklanjutinya dalam bentuk rapat kerja dengan Dinkes Sulsel dan instansi terkait lainnya.
“Yang jelas, dalam rapat kerja komisi nanti kami akan memintai penjabaran dan keterangan dari pergub yang dimaksud tersebut kepada kepala dinas kesehatan. Kami berharap ptotes-protes tersebut tidak sampai mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata politis PKS ini.
Tetap Demo
Mahasiswa FK Unhas tetap akan menggelar demo sampai item retribusi coass dan residen dicabut. Meski gubernur sudah berjanji meninjau atau mencabut kebijakan tersebut, namun mereka menunggu implementasi janji tersebut. 
Koko mengatakan, mahasiswa menggelar aksi tersebut semata-mata karena keprihatinan atas kebijakan yang mengandung banyak kejanggalan. 
“Pergub itu cukup lama kita diskusikan hingga akhirnya kami berkesimpulan banyak merugikan coass dan residen. Jadi ini spontan dan tidak ada yang memprovokasi. Mari kita lihat ini secara positif, apalagi sampai menuding ada yang memprovokasi. Yang memprovokasi ya, isi pergub itu,” tegas Koko.

dikutip dari : http://www.tribun-timur.com/read/artikel/102743/Unhas-Tarik-Dokter-dari-RS-Pemprov

-Info Terkait dengan artikel ini-

Topik yang berhubungan:

ppds anak unhas - dokter coast - ppds unhas januari 2013 - ppds unhas - pengumuman ppds unhas 2013 - ppds fk unhas januari 2013 - soal ppds anak - soal ujian ppds anak - coast dokter - soal tes ppds anak - 

Comments

Leave a Reply





*

  • Oblong Anakunhas

  • Bantu Anakunhas

    Ini adalah para sahabat anakunhas yang sudah membantu kami. Mau gabung dengan mereka?, ayo bantu Kami mengembangkan situs ini dengan meng LIKE fan page kami melalui Page Like Anakunhas :
  • follow us

  • discalimer-na

    kami persilahkan bagi siapa saja yang akan melakukan copy paste terhadap materi yang ada didalam blog ini, tidak ada copyright di blog ini, blog ini adalah copyleft hehe, maklum sebagian dari content blog ini adalah hasil copy paste juga.

    Silahkan kalau mau copy-paste tulisan-tulisan disini. Silahkan kalau mau nge-link blog ini. tapi sebaiknya jangan mengakui tulisan orang, malu ki nanti kalau ketahuan toh . Supaya tidak dituduh plagiat, jangan lupa selalu sebutkan atau sematkan url sumbernya.

    beberapa materi yang ada dididalam blog ini kami ambil dari beberapa buku yang terkait, tapi dalam hal ini terjadi simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, kenapa? dengan terbitnya kontent buku tersebut, secara tidak langsung kami mempromosikan buku tersebut kepada seluruh pengunjung blog ini yang pas membuka topik buku tersebut yang kami naikkan di blog ini, karena setiap topik yang kami naikkan pasti kami sebutkan sumber buku dan pengarangnya

    ada juga materi yang kami ambil dari majalah tua, tujuannya paling tidak tips-tips yang menarik didalamnya tidak terbuang begitu saja dan bisa menjadi klipping online yang bisa dibaca oleh siapa saja

    karakter UNding & HASan yang banyak digunakan didalam cerita lucu ini hanyalah karakter fiktif belaka, Kata UNding & HASan adalah karakter yang sengaja saya buat dari singkatan UNHAS, jika ada kesamaan cerita lucu diatas mungkin sebuah kebetulan saja sebab semua cerita lucu yang di posting di blog ini hanyalah fiktif belaka.

    okay.. selamat menjelajah…

  • stats